Perlukah Square Enix Melanjutkan Serial Octopath Traveler?
Square Enix terkenal oleh serial game Final Fantasy. Namun, mereka juga merilis beberapa game di luar Final Fantasy. Contohnya seperti Bravely Default, Triangle Strategy, Drakengard, dan masih banyak lagi. Square Enix identik dengan game RPG dan salah satunya adalah serial Octopath Traveler. Sejauh ini Square Enix sudah merilis dua game dari serial Octopath Traveler. Namun, apakah Square Enix perlu melanjutkan serial Octopath Traveler? Mari kita bahas!
Perlukah Square Enix Melanjutkan Serial Octopath Traveler?

Octopath Traveler adalah serial game RPG yang dibuat oleh Square Enix dan masih terbilang baru. Octopath Traveler perdana dirilis pada tahun 2019. Lalu game ini dibuat versi mobile hingga Octopath Traveler II dirilis pada tahun 2023. Sebelum melanjutkan pembahasannya, penulis ingatkan pada artikel ini terdapat beberapa spoiler. Jadi sangat disarankan ketika kalian membaca ini, sudah menamatkan kedua seri Octopath Traveler. Sesuai pertanyaan, apakah Octopath Traveler memang harus mendapatkan serial baru entah itu sekuel seperti Bravely Default atau langsung ke Octopath Traveler III. Untuk menjawab hal tersebut mari kita ingat apa yang sudah Square Enix berikan di Octopath Traveler dibandingkan dengan game lainnya.
Octopath Traveler membawa RPG yang cukup klasik di tahun 2019. Square Enix menggunakan grafik seperti serial Final Fantasy awal menggunakan sistem turn base. Meskipun klasik, Square Enix membawa gameplay yang berbeda di mana bisa memainkan hingga 8 karakter. Biasanya Final Fantasy awal-awal hanya bisa dimainkan hingga 4 orang dalam satu party. Kecuali seri Final Fantasy VI yang bisa mengendalikan 3 Party sehingga ada total 12 orang. Memang Octopath Traveler juga maksimal dalam satu party hanya empat orang, namun bisa kalian ganti.
Punya Masing-Masing Cerita Utama, Namun Ceritanya Kurang Melekat

Premisnya juga cukup menarik, di mana kedelapan orang di Octopath Traveler ini mempunyai masing-masing cerita utama. Tidak seperti Final Fantasy atau Bravely Default yang memiliki tujuan yang sama. Walaupun masing-masing mempunyai tujuan yang berbeda, justru itu yang menurut penulis adalah kekurangan dari cerita di Octopath Traveler. Pertemuan antara party terasa cukup aneh di mana pada awal hanya flashback dan akhirnya bergabung dengan party. Seharusnya Square Enix bisa menceritakan lebih lanjut dan memberikan setiap karakternya alasan kuat untuk menyempurnakan cerita.
Dari gameplay, Octopath Traveler menggunakan sistem turn base. Jika di Final Fantasy kelemahan monster atau lawan adalah bonus untuk memberikan damage lebih besar, di Octopath Traveler kelemahan adalah hal wajib. Setiap monster memiliki kelemahan mulai dari senjata hingga serangan Elemental seperti Magic. Kalian wajib menyerang dengan kelemahan untuk mengurangi shield dari setiap monster. ketika mencapai 0, musuh akan seperti terkena stun dan damage yang dihasilkan biasanya semakin besar.
Untuk tingkat kesulitan Octopath Traveler menurut penulis sendiri cukup standar seperti game RPG lainnya. Setiap Chapter di Octopath Traveler bisa diselesaikan tanpa harus melakukan grinding berlebihan. Namun kesulitannya baru ada ketika melawan Final Boss yang sebenarnya. Dari cerita kedelapan karakter sebenarnya ada beberapa cerita yang berkaitan dengan Final Boss ini. Sementara yang lainnya hanya sekilas. Yang paling menonjol adalah Cyrus dan Ophelia karena berkaitan erat ceritanya dengan Galdera. Lalu ada Olberic di mana dungeon Galdera ini tepat berada di bawah kerajaan Olberic dulu tinggal.
Sayangnya, kesan Galdera sebagai Final Boss hanya sebagai kiasan side quest saja. Tidak ada interaksi yang detail antara delapan karakter dengan Galdera padahal kaitannya sangat erat. Seri Octopath Traveler menurut penulis bagus, namun terdapat beberapa miss dalam konsep ceritanya.
Octopath Traveler II Memiliki Banyak Peningkatan dari Alur Cerita Hingga Ikatan Tiap Karakter yang Kuat!

Berlanjut ke seri Octopath Traveler II, Square Enix masih menggunakan konsep yang sama. Namun ada perbedaan dari mekanik di mana sekarang ada yang baru yaitu EX Skill. Untuk job masih sama, namun ada beberapa perubahan di skill. Yang berbeda secara keseluruhan adalah bonus job dari versi sebelumnya.
Dari segi cerita, Octopath Traveler II dalam memperkenalkan setiap karakternya masih menggunakan premis yang sama. Namun setidaknya sekarang ada 6 karakter yang berkaitan dengan cerita Octopath Traveler II walaupun tidak secara langsung. Bonding antara ke-8 karakter juga lebih terasa karena ada interaksi yang lebih baik dibandingkan versi sebelumnya. Sehingga membuat perjalanan kedelapan karakter ini benar-benar terasa.
Seperti biasa Octopath Traveler II menghadirkan Final Boss yang sebenarnya yaitu melawan Vide. Kali ini Square Enix bisa mengeksekusi cerita lebih baik dari versi sebelumnya. Melawan Vide bukan hanya sekedar side quest melainkan memang cerita utama penutup untuk Octotpath Traveler II. Bonding antara karakter saling berdampak satu sama lain dan memiliki tujuan yang sama akhirnya terbentuk. Saat melawan Vide juga, kedelapan karakter bisa dikendalikan sekaligus, tidak seperti melawan Galdera yang hanya bisa menggunakan 4 orang saja.

Octopath Traveler II bagi penulis merupakan peningkatan yang sangat pesat dibandingkan versi sebelumnya. Walaupun kedua game-nya tidak memiliki cerita yang saling berkaitan, ada satu side quest di mana kalian bisa melawan Galdera. Menariknya side quest ini karakternya bernama Al yang merupakan Raja dari Hornburg, cerita utama dari karakter Olberic. Dalam ceritanya, Al sebenarnya sudah terbunuh.
Ini menimbulkan banyak pertanyaan, apakah sebenarnya Octopath Traveler memiliki universe atau timeline yang berbeda? Apakah dua dunia Octopath Traveler I dan II saling berkaitan? Nampaknya hal tersebut bisa terjawab jika Square Enix merilis Octopath Traveler III.
Melihat banyaknya peningkatan yang Square Enix lakukan, penulis merasa jika seri Octopath Traveler ini harus berlanjut terutama dari segi cerita yang dieksekusi dengan baik. Menurut kalian sendiri apakah seri Octopath Traveler ini layak dilanjutkan oleh Square Enix?