Berita

Warner Bros. Games Tutup Tiga Studio dan Batalkan Proyek Wonder Woman!

Warner Bros. Games kembali menjadi topik hangat setelah mengumumkan keputusan mengejutkan, yang mana mereka memutuskan untuk menutup tiga studio gamenya sekaligus. Kabar ini tidak hanya mengakhiri perjalanan Monolith Productions, Player First Games, dan WB Games San Diego, tetapi juga mengubur harapan para penggemar yang menantikan kemunculan game Wonder Woman.

Keputusan yang diambil ini cukup mengecewakan, terutama karena beberapa studio yang ditutup memiliki rekam jejak luar biasa di industri. Berikut adalah analisis mengenai penutupan studio-studio tersebut dan dampaknya terhadap masa depan Warner Bros. Games.

Akhir dari Sang Inovator Nemesis System

warner bros games

Monolith Productions, yang berdiri sejak 1994 dan menjadi bagian dari Warner Bros. sejak 2004, dikenal sebagai pionir dalam pengembangan game action adventure berbasis open world. Studio tersebut meraih kesuksesan besar melalui Middle-earth: Shadow of Mordor dan Middle-earth: Shadow of War.

Salah satu kontribusi terbesarnya adalah Nemesis System, mekanik segar yang memungkinkan AI musuh mengembangkan kepribadian dan hubungan unik dengan pemain.

Sayangnya, meskipun memiliki warisan yang kuat, Monolith Productions harus menelan pil mentah dengan menutup pintunya. Keputusan tersebut juga mengartikan bahwa proyek Wonder Woman, yang pertama kali diumumkan di The Game Awards 2021, resmi dibatalkan.

Game tersebut sebelumnya disebut-sebut bakal mengadaptasi Nemesis System, namun pengembangannya mengalami banyak hambatan. Hingga kini, Warner Bros. Games belum memberikan penjelasan mendetail mengenai alasan penghentian proyeknya.

Player First Games, yang bertanggung jawab atas pengembangan MultiVersus, juga terkena dampak kebijakan pemangkasan ini. MultiVersus adalah game fighting gratis yang mengusung konsep mirip Super Smash Bros., yang mana menghadirkan karakter ikonik dari berbagai franchise Warner Bros., termasuk Batman, Superman, Shaggy, dan Bugs Bunny.

Meskipun awalnya mendapat respons positif, popularitas MultiVersus menurun drastis sejak peluncuran resminya. Beberapa faktor penyebabnya adalah kurangnya konten baru dan masalah balancing karakter. Kini, Warner Bros. Games mengonfirmasi bahwa MultiVersus akan dihapus dari daftar distribusi pada 30 Mei 2025 mendatang, hanya satu tahun setelah perilisannya.

Studio Game Mobile yang Ikut Terkena Dampak

WB Games San Diego adalah studio game yang relatif baru, yakni didirikan pada 2019 dengan fokus pada pengembangan game mobile. Sayangnya, studio ini juga harus ditutup. Meskipun kontribusinya di industri game belum sebesar dua studio lainnya, kemunculan WB Games San Diego menunjukkan ambisi Warner Bros. untuk memperluas pasarnya ke ranah mobile.

Setelah adanya penutupan ini, belum jelas seperti apa strategi Warner Bros. Games dalam mengelola portofolio game mobile ke depannya. Beberapa pihak berspekulasi bahwa perusahaan akan mengandalkan pengembang eksternal untuk proyek-proyek mendatang.

Beberapa Proyek yang Dikembangkan

warner bros games

Keputusan untuk menutup tiga studio ini datang sehari setelah James Gunn dan Peter Safran, CEO DC Studios, mengonfirmasi bahwa masih ada beberapa proyek game berbasis properti DC yang sedang dikembangkan. Salah satu rumor yang beredar adalah pengembangan game Batman Arkham terbaru dari Rocksteady Studios. Namun, dengan dibatalkannya Wonder Woman, muncul tanda tanyar besar terkait arah kebijakan Warner Bros. Games dalam mengelola aset game berbasis DC.

Selain itu, laporan menyebutkan bahwa Warner Bros. telah menghabiskan sekitar US$100 juta untuk proyek Wonder Woman yang akhirnya dibatalkan.

Saat ini, ada banyak yang merasa bahwa Warner Bros. Games kurang transparan dalam mengelola proyek mereka, terutama setelah beberapa kali melakukan pembatalan mendadak. Di media sosial, banyak yang menyayangkan keputusan ini, terutama bagi fans Middle-earth: Shadow of War yang berharap Monolith Productions bisa melanjutkan franchise tersebut.

Banyak juga yang mempertanyakan nasib proyek-proyek Warner Bros. lainnya. Apakah game berbasis DC masih menjadi prioritas mereka atau tidak? Bagaimana pendapat kamu tentang keputusan di atas?

Sumber: Bloomberg