Penjualan PS5 Sentuh 74,9 Juta Unit di Musim Liburan Kemarin!
Sony Interactive Entertainment (SIE) kembali membuktikan dominasinya di industri game global dengan pencapaian terbarunya, di mana penjualan PS5 telah mencapai 74,9 juta unit per-akhir Desember 2024 kemarin. Angka tersebut dicapai setelah mereka berhasil mengirimkan hampir 10 juta unit selama musim liburan, menjadikannya salah satu kuartal terkuat dalam sejarah PlayStation.
Pencapaian ini tentu bukan hasil keberuntungan semata. Kombinasi strategi pemasaran, penawaran game eksklusif, dan meningkatnya popularitas layanan digital PlayStation Network berperan besar dalam mendorong angka penjualannya. Jadi, apa yang sebenarnya mendorong kesuksesan konsol satu ini di tengah persaingan sengit dengan kompetitor seperti Nintendo dan Xbox? Mari kita bahas!
Penjualan Melonjak Drastis

Musim liburan 2024 menjadi periode emas bagi Sony. Dalam tiga bulan terakhir tahun tersebut, mereka berhasil mengirimkan 9,5 juta unit PS5 ke berbagai retailer di seluruh dunia. Angka yang tercatat menjadikan kuartal ini sebagai periode terbaik kedua di sepanjang sejarah penjualan PlayStation, hanya kalah dari rekor sebelumnya pada tahun-tahun awal peluncuran konsolnya. Sebagai pembanding, Nintendo Switch hanya mengirimkan 4,82 juta unit pada periode yang sama. Perbedaannya sangat kontras, dan memperjelas bagaimana PS5 masih menjadi opsi pilihan utama para gamer di seluruh penjuru dunia.
Selain dari sisi hardware, penjualan perangkat lunak atau software PS5 sendiri menorehkan hasil yang impresif. Sepanjang kuartal ketiga 2024, sebanyak 95,9 juta unit game telah terjual, di mana 11,6 juta unit di antaranya merupakan game eksklusif atau first-party. Yang menarik, 74 persen dari total penjualan itu berasal dari versi digital. Data yang terlihat semakin menegaskan pergeseran tren industri game ke arah digitalisasi, di mana kemudahan mengunduh game langsung dari PlayStation Store bakal dijadikan prioritas untuk menarik konsumen yang tidak terlalu tertarik membeli versi fisiknya. Beberapa judul eksklusif seperti Marvel’s Spider-Man 2 dan God of War Ragnarök masih menjadi favorit banyak orang, sementara game pihak ketiga layaknya Call of Duty dan EA Sports FC turut menyumbang kontribusi besar.
Laba Meningkat di Tengah Persaingan Ketat

Keberhasilan penjualan PS5 dan game turut mengangkat kinerja finansial perusahaan. Divisi Game & Network Services Sony melaporkan pendapatan sebesar 237,9 miliar yen, naik 16 persen dari tahun sebelumnya. Laba operasional juga mengalami lonjakan besar, yakni mencapai 31,9 miliar yen atau meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh:
- Lonjakan penjualan unit PS5.
- Penjualan game pihak ketiga yang lebih tinggi.
- Pertumbuhan layanan digital di PlayStation Network.

Yang menarik, Sony mengonfirmasi bahwa mereka kini menjual PS5 dengan margin kerugian yang lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya berkat efisiensi produksi yang semakin baik.
Performa PlayStation Network
Kemudian, PlayStation Network (PSN) sendiri menunjukkan performa luar biasa. Pada kuartal ini, jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 129 juta pengguna — rekor tertinggi di sepanjang sejarah PSN. Kenaikan itu tidak lepas dari berbagai inisiatif Sony dalam memperkuat layanan mereka, seperti menambah koleksi game di PlayStation Plus dan meningkatkan fitur bermain online-nya. Meskipun Sony belum mengungkapkan jumlah pelanggan terbaru untuk layanan berbayarnya, lonjakan jumlah pengguna aktif ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan bisnis digital mereka di masa depan.
Melihat pencapaian tersebut, Sony dengan percaya diri meningkatkan proyeksi pendapatan tahunannya sebesar 3 persen dan laba sebesar 7 persen. Kenaikan ini terutama didorong oleh penjualan game digital dan layanan pendukung lainnya yang melampaui ekspektasi awal mereka. Meskipun persaingan dari Nintendo, Xbox, dan layanan berbasis cloud gaming semakin ketat, Sony nampaknya tetap optimistis bahwa mereka mampu memimpin pasar konsol. Menurut kamu?
Sumber: Simulation Daily