Microsoft Bereksperimen dengan AI untuk Hidupkan Game Klasik Xbox
Microsoft kembali menunjukkan komitmennya dalam mempertahankan warisan gamenya dengan mengeksplorasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) guna menghidupkan kembali game klasik Xbox. Pada 19 Februari 2025, raksasa teknologi tersebut memperkenalkan Muse, model AI generatif yang mampu mereplikasi visual dan aksi kontrol game berdasarkan data dari game sebelumnya. Inovasi tersebut diharapkan dapat membuat game lama lebih mudah diakses di perangkat modern tanpa memerlukan perangkat keras aslinya.
AI Generatif untuk Memodernisasi Game Lama

Muse merupakan langkah besar di dunia game berbasis AI. Model ini dilatih menggunakan data dari Bleeding Edge (2020), game buatan Ninja Theory, guna memahami bagaimana gamenya bekerja, mulai dari mekanisme kontrol hingga rendering visual. Dengan pendekatan ini, Microsoft berupaya mengadaptasi game klasik Xbox agar kompatibel dengan teknologi terkini tanpa harus membangun ulang game dari awal.
Fatima Kardar, Wakil Presiden Korporat AI Gaming di Microsoft, menyatakan bahwa teknologi ini berpotensi mengoptimalkan judul-judul lama dari katalog Xbox agar dapat berjalan di berbagai perangkat, termasuk PC, konsol terbaru, dan bahkan layanan cloud gaming.
Selain menghadirkan Muse, Microsoft juga membentuk tim khusus yang berfokus pada pelestarian game dan backward compability. Sarah Bond, Presiden Xbox, dalam sebuah memo internalnya menyebutkan bahwa tim ini bakal bekerja guna memastikan bahwa game klasik Xbox tetap dapat dimainkan oleh generasi mendatang. Upaya ini dilakukan untuk menjaga sejarah gaming dan memastikan bahwa game lama tidak menghilang begitu saja akibat keterbatasan teknologi.
Phil Spencer, Kepala Divisi Gaming Microsoft, menambahkan bahwa teknologi AI seperti Muse bisa menjadi solusi terbaik dalam menjaga aksesibilitas game lama tanpa harus mengandalkan perangkat keras yang sudah usang. Ini merupakan kabar baik bagi mereka yang ingin kembali memainkan game favoritnya dari masa lalu tanpa harus mencari konsol lama atau mengandalkan emulator pihak ketiga yang sering kali kurang stabil.
Menarik, Namun Belum Terlalu Meyakinkan

Meskipun konsep ini terdengar menjanjikan, masih ada beberapa hal yang harus dipertanyakan. Salah satu pertanyaan besarnya adalah seberapa akurat Muse dalam mereplikasi gameplay dari game klasik Xbox. Selain itu, ada aspek legal dan lisensi yang perlu diperhatikan, terutama jika game-gamenya berasal dari pihak ketiga.
Bagi penggemar Xbox, ini adalah perkembangan yang patut dipantau untuk kedepannya. Apakah game klasik favorit kamu bakal segera kembali dalam versi yang lebih modern? Kita tunggu saja gebrakan selanjutnya dari Microsoft!
Sumber: VGC