Berita

Gagal Di Rilis Kedua, MultiVersus Akan Offline di Bulan Mei Nanti!

Seperti yang sudah kita tahu, sekarang ini model live service banyak sekali diterapkan oleh developer game besar. Namun, meskipun model ini memberikan feel yang dinamis bagi pemain, ternyata tidak semua game live service mampu bertahan lama. Salah satu game yang tumbang adalah MultiVersus, game multiplayer berkonsep brawler ala Super Smash Bros. Game besutan Warner Bros Games tersebut dipastikan akan menghentikan layanan mereka pada Mei 2025.

Apa yang Membuat Multiversus Ditutup?

layanan multiversus

Pada tahun 2024, Warner Bros Games menghadapi kerugian finansial yang signifikan, salah satunya disebabkan oleh kegagalan dua game besar mereka, Suicide Squad: Kill the Justice League dan MultiVersus. Keputusan untuk menutup layanan MultiVersus pada 30 Mei 2025 diumumkan secara langsung melalui unggahannya di blog resmi Player First Games.

Salah satu hal yang pasti membuat pemain kecewa adalah ketika layanan game favorit mereka dihentikan. Namun, dalam hal MultiVersus, developer memberikan kesempatan bagi pemain untuk menikmati konten terakhirnya di season kelima, yang bakal dimulai pada 4 Februari 2025 hingga server game benar-benar dimatikan pada Mei 2025. Season kelima ini menjadi titik akhir dari perjalanan MultiVersus, sekaligus sebagai penghormatan bagi komunitas yang telah setia memainkan gamenya.

Meskipun layanan server bakal dihentikan, semua konten yang sudah dimiliki dan dibeli pemain tetap bisa digunakan, bahkan setelah game tersebut tidak lagi online. Pemain bisa mengakses mode offline-nya yang mencakup training mode dan local versus, sehingga masih ada kesempatan untuk menikmati game tersebut meski tanpa adanya fitur multiplayer online.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan bagi kamu yang mungkin belum memiliki game ini, MultiVersus akan segera dihapus dari toko digital seperti PlayStation Store, Microsoft Store, Steam, dan Epic Games Store. Artinya, setelah penutupan layanan gamenya, Multiversus tidak akan bisa dibeli dan hanya dapat dimainkan oleh mereka yang sudah memiliki salinan game tersebut.

Industri Game Live Service Sedang Menghadapi Masalah Besar

layanan multiversus

Keputusan untuk menutup MultiVersus bukanlah sebuah kejutan jika melihat tren di industri game secara keseluruhan. Seiring dengan semakin banyaknya game dengan model live service, tidak semua game mampu bertahan dalam jangka panjang. Model live service, yang memungkinkan pengembang terus menambah konten baru dan mendukung pembelian di dalam game, ternyata memiliki tantangan tersendiri. Game seperti MultiVersus dan Suicide Squad gagal meraih target finansial yang diinginkan, sehingga harus ditutup setelah hanya beberapa tahun beroperasi.

Selain MultiVersus, game live service lain yang juga mengalami nasib serupa adalah XDefiant dari Ubisoft, yang bakal ditutup pada Juni 2025. Meski keduanya menawarkan gameplay multiplayer yang menarik, kegagalan mereka untuk mempertahankan basis pemain aktif dan menghasilkan pendapatan yang stabil menjadi alasan utama penutupan tersebut.

Sejauh ini, tren yang terlihat semakin jelas adalah peralihan minat para gamer dari game live service ke game single-player. Game seperti Black Myth: Wukong dan Stellar Blade menunjukkan bagaimana pemain kini lebih tertarik pada sebuah game yang lebih fokus pada kualitas konten yang ditawarkan ketimbang kuantitas.