Berita

Fitur Trade Pokemon TCG Kena Protes Banyak Orang, Kenapa?

Pokemon Trading Card Game (TCG) Pocket akhirnya meluncurkan fitur trading yang selama ini diimpikan oleh banyak orang. Akan tetapi, alih-alih mendapat sambutan hangat, fitur tersebut justru malah menuai protes dari banyak player. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa fitur yang seharusnya memudahkan pertukaran kartu itu malah menjadi sumber kekecewaan player? Mari kita telusuri lebih dalam.

Fitur Trading di Pokemon TCG Pocket

trade pokemon tcg

Fitur trading seharusnya menjadi salah satu daya tarik utama dari Pokemon TCG Pocket. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak yang merasa kecewa karena sistem trading yang diterapkan dinilai terlalu rumit dan mahal. Alih-alih mempermudah pertukaran kartu, fitur itu justru menciptakan masalah baru yang membuatnya kurang menyenangkan.

Syarat dan Ketentuan Trading yang Menyulitkan

Salah satu alasan utama protes tersebut adalah syarat dan ketentuan trading yang dianggap terlalu ketat. Pertama, trading hanya bisa dilakukan antar pemain yang sudah berteman di dalam game. Kedua, tidak semua kartu bisa ditukar, yang berarti kamu tidak bisa menukar kartu langka atau favoritmu dengan mudah. Ketiga, setiap trade memerlukan item khusus bernama Trade Tokens, yang pada kenyataannya tidak mudah untuk didapatkan.

Trade Tokens ini menjadi akar masalah utamanya. Untuk mendapatkan item ini, kamu harus mengorbankan kartu duplikat dengan nilai minimal tiga Diamond. Namun, nilai tukarnya sangat kecil, yakni satu kartu tiga Diamond hanya memberikan 25 Trade Tokens. Padahal, untuk melakukan trade kartu tiga Diamond, kamu membutuhkan 120 Trade Tokens.

Belum lagi, trade kartu satu bintang memerlukan 400 Trade Tokens, dan kartu empat Diamond butuh 500 Trade Tokens. Sistem ini dianggap terlalu mahal dan tidak sebanding dengan benefit yang didapat.

Dianggap Terlalu Mahal

Banyak pemain yang merasa sistem trading ini terlalu “serakah”. Sebelumnya, pemain bisa menukar kartu duplikat dengan Flairs, yaitu efek visual holografik yang membuat kartu terlihat lebih keren. Tetapi, dengan adanya sistem Trade Tokens, pemain yang sudah menukarkan kartu mereka untuk Flairs kini mengalami kesulitan untuk mengumpulkan Trade Tokens.

Selain itu, sistem tersebut dianggap menghambat interaksi sosial antar pemain. Salah satu tujuan utama trading adalah membantu teman mengisi koleksi kartu yang kurang. Hanya saja, dengan syarat dan biaya yang tinggi, fitur ini justru membuat pemain enggan melakukan trade. Alhasil, banyak yang merasa kecewa karena tidak bisa saling membantu satu sama lain.

Respons dari Developer

trade pokemon tcg

Menanggapi protes ini, developer sempat meminta pemain untuk bersabar dan mencoba fiturnya terlebih dahulu sebelum memberikan kritik lebih lanjut. Setelah fitur trading ini resmi dirilis, respons pemain justru semakin negatif. Banyak yang menganggap sistemnya terlalu rumit dan tidak ramah bagi pemain baru maupun veteran.

Developer mungkin memiliki alasan tersendiri untuk menerapkan sistem ini, seperti mencegah penyalahgunaan atau menjaga keseimbangan ekonomi di dalam game. Akan tetapi, cara ini dinilai kurang tepat karena justru membuat experience-nya menjadi kurang menyenangkan. Para player berharap developer bisa mendengarkan masukan dan melakukan perbaikan di masa mendatang.

Sumber: GameRant