EA Pastikan Franchise Need for Speed Masih Hidup, Meski Bukan Prioritas Utama
Franchise Need for Speed (NFS) telah menjadi ikon di dunia game balap sejak pertama kali dirilis pada tahun 1994. Dengan sejarah panjang yang penuh dengan inovasi dan aksi balapan penuh adrenalin, Need for Speed berhasil membangun basis penggemar yang kuat di seluruh dunia. Namun, beberapa tahun terakhir, kabar mengenai kelanjutan seri teesebut seakan menghilang begitu saja, yang membuat banyak penggemar bertanya-tanya apakah Need for Speed masih ada di radar Electronic Arts (EA)?
Baru-baru ini, pertanyaan tersebut akhirnya terjawab. EA mengonfirmasi bahwa franchise Need for Speed tetap menjadi bagian dari rencana mereka di masa depan. Namun, saat ini proyek NFS tidak menjadi prioritas utama dalam pengembangan game mereka.
Criterion Software dan Proyek Battlefield

Salah satu faktor utama yang membuat pengembangan Need for Speed melambat adalah pergeseran fokus Criterion Software, studio di balik Need for Speed Unbound. Alih-alih melanjutkan pengembangan seri terbaru NFS, tim teraebut kini dialihkan untuk bekerja pada proyek Battlefield, franchise first-person shooter andalan EA.
Criterion Software secara resmi bergabung ke dalam Battlefield Studios, sebuah langkah besar yang diambil oleh EA untuk memperkuat pengembangan game perang tersebut. Dilansir Eurogamer, Vince Zampella, salah satu petinggi EA, mengungkapkan keputusan ini diambil demi memanfaatkan keahlian tim dalam menciptakan gameplay yang imersif, yang selama ini menjadi kekuatan mereka di Need for Speed.
Apa yang Terjadi dengan Need for Speed Unbound?
Meskipun proyek Need for Speed baru sedang “disimpan”, EA tidak sepenuhnya melupakan franchise ini. Need for Speed Unbound, yang dirilis pada tahun 2022, masih menjadi fokus pengembangan konten baru. EA saat ini tengah mengumpulkan dan menganalisis feedback dari komunitas untuk meningkatkan kualitas gamenya.
Mengapa Need for Speed Tidak Lagi Menjadi Prioritas?
Selain karena Battlefield, ada beberapa alasan mengapa EA tampaknya menggeser fokus mereka dari NFS ke proyek lain. Salah satunya adalah tantangan dalam menjaga relevansi franchise tersebut di tengah persaingan yang semakin ketat di genre game balap.
Game seperti Forza Horizon dari Playground Games atau Gran Turismo dari Polyphony Digital terus menawarkan sesuatu yang mengesankan, baik dari segi gameplay maupun visual. Sementara itu, Need for Speed tampaknya masih mencari formula terbaik untuk bersaing di pasaran.
Selain itu, Battlefield sendiri tengah menghadapi tembok besar setelah perilisan Battlefield 2042 yang menuai banyak kritik. EA tampaknya ingin memastikan bahwa franchise-nya bisa kembali bangkit, dan untuk itu mereka membutuhkan semua sumber daya yang tersedia, termasuk tim berbakat dari Criterion Software.
Apakah Ini Akhir dari Need for Speed?

Tentu saja tidak. NFS adalah salah satu aset berharga EA, dan mereka tidak akan mengabaikannya begitu saja. Konfirmasi dari EA menunjukkan bahwa franchise ini masih ada, hanya saja saat ini sedang dalam masa “istirahat”.
Jeda semacam ini bukanlah suatu hal yang aneh. Banyak franchise besar yang pernah mengalami masa hibernasi sebelum kembali dengan gebrakan baru. Ambil contoh God of War, yang sempat vakum sebelum hadir dengan konsep yang benar-benar segar dan sukses besar di pasar.