Sosok Pemakan Mimpi, Inilah Kisah Hero Menki di Honor of Kings Global!
Para pemakan mimpi tinggal di Hutan Mimpi, jauh dari pemukiman manusia, dan mengisi perut mereka dengan berkelana melalui mimpi makhluk hidup. Suatu hari, dalam salah satu perjalanan ini, seorang makhluk kecil masuk ke dalam Alam Mimpi seorang dewa dan terperangkap dalam jaringnya. Sang dewa memberinya nama “Menki,” dan keduanya menjalin persahabatan yang erat. Namun, masa-masa indah itu tidak bertahan lama, dan zaman para dewa segera berlalu. Dengan sang dewa yang tak kunjung ditemukan, Menki hanya tersisa potongan-potongan Gulungan Surga sebagai kenang-kenangan. Meskipun bertahun-tahun telah berlalu, Menki tidak pernah melupakan amanat pasangannya dan terus merawat kenang-kenangan itu, menunggu hari di mana ia bisa bersatu kembali dengan pemiliknya yang asli. Inilah Kisah Hero Menki di Honor of Kings Global!
Kisah Hero Menki di Honor of Kings Global!
Para pemakan mimpi adalah makhluk fantastis yang diciptakan oleh langit dan bumi. Mereka dapat memasuki alam mimpi makhluk lain dan memakan mimpi sebagai sumber kehidupan. Mereka hidup jauh dari dunia manusia, di Hutan Mimpi. Hanya ketika mereka mencapai kedewasaan, mereka akan berkelana mencari mimpi untuk mereka santap. Pada hari upacara kedewasaannya, seorang pemakan mimpi muda datang ke dunia manusia. Untuk mengisi perutnya yang keroncongan, ia menjelajahi berbagai mimpi dan mengalami banyak keajaiban. Tanpa rasa takut, pemakan mimpi itu bahkan berani menyelinap ke tempat para makhluk luar biasa mengadakan pertemuan suci, bersembunyi di sudut yang tak mencolok dan menunggu kesempatan untuk menyantap mimpi-mimpi mereka yang lezat.

Namun, para makhluk luar biasa itu melanjutkan diskusi mereka selama berhari-hari tanpa pernah berhenti untuk beristirahat. Akhirnya, salah satu dari mereka merasa lelah dengan pertemuan panjang itu. Matanya mulai terpejam, dan tak lama kemudian ia tertidur. Pemakan mimpi itu telah menunggu saat ini, dan melompat ke dalam mimpinya.
Dan betapa mimpinya! Ini jauh lebih megah dari apa pun yang pernah ia temui sebelumnya. Kota terapung, manusia di kapal terbang, dan badai salju yang melahap semuanya… Pemakan mimpi itu berkeliling begitu lama hingga ia lupa untuk pergi. Makhluk luar biasa itu merasakan keberadaan pemakan mimpi dan menangkap ekornya. Dengan takut, ia mencoba menyelam lebih dalam ke dalam mimpi. Makhluk luar biasa itu tertawa. Pemakan mimpi kecil yang nakal itu mengeluarkan kepalanya dari tanah, dengan penasaran dan malu-malu menatap makhluk luar biasa itu. Ia tidak menyerang, melainkan memberikan sebuah nama: Menki.

Menki akhirnya memberanikan diri dan berjalan perlahan menuju makhluk luar biasa itu, yang mengerti bahwa pemakan mimpi itu menerima nama tersebut. Setelah hari itu, Menki sering diam-diam memasuki ruang pertemuan suci untuk bermain-main. Ia menemukan bahwa teman makhluk luar biasa itu sering tertidur saat diskusi berlangsung. Setiap kali, Menki akan terbang ke dalam mimpinya, mengeluarkan gelembung-gelembung berwarna-warni satu per satu.
Gelembung-gelembung ini memungkinkan Menki untuk berkomunikasi dengan makhluk luar biasa itu, menunjukkan berbagai alam mimpi indah yang ia temui. Pertemuan yang kering kini menjadi sedikit lebih menarik, dan senyuman hangat terlihat di wajah makhluk luar biasa itu. Tanpa mereka sadari, mereka telah mengembangkan persahabatan yang erat.
Bertahun-tahun kemudian, Perang Makhluk Luar Biasa meletus, melanda seluruh dunia. Para makhluk luar biasa kalah dalam perang dan ditelan oleh kegelapan. Namun, Menki tetap berada di sisi temannya, menyantap tak terhitung jumlah mimpi buruk. Ketika perang berakhir, Menki kelelahan. Ia jatuh dalam tidur yang sangat lelap sementara temannya memeluknya erat. Makhluk luar biasa itu menggunakan sisa kekuatannya untuk menyembuhkan luka-luka Menki, dan memberinya sebuah kenang-kenangan. Makhluk luar biasa itu kemudian menghilang tanpa jejak. Banyak tahun berlalu, dan Menki terus menjelajahi dunia mimpi. Ia mengingat tugas yang dipercayakan temannya padanya, merawat kenang-kenangan itu dengan baik dan menunggu dengan sabar hari di mana mereka akan bertemu lagi dalam mimpi yang megah.